Selasa, 30 April 2013

Cute Rocking Baby Monkey

Rabu, 24 April 2013

Sabtu, 20 April 2013

arti hari kartini

happy kartini day guy's :) 21 april 2013.
Kartini days banyak orang yang berbahagia. karena anak TK SD banyak yang mengikuti lomba fashion show tentang kebaya. perlu kita ketahui bahwa kartini adalah yang memajukan wanita yang mewakili para wanita bahwa wanita tidak sepenuhnya terpuruk wanita pun bisa setara dengan kaum pria.
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini bersama suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat (1903).
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Sekolah Kartini (Kartinischool), 1918.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

Sekali lagi happy kartini day guys. kita wanita jaman sekarang harus bisa memajukan lagi tahta wanita karena sekarang sudah banyak saya liat bahwa wanita adalah korban kekerasan seksual oleh kaum pria. jadi kita kaum wanita harus membantu mengatasi itu dengan berpakaian yang sopan agar tidak memancing keadaan itu dan harus tegas kepada para kaum pria (bukan berarti galak lhooo ) sekian terimakasihhh... jika ada yang salah dari tulisan saya ini saya minta maaf dan mau ngoment juga boleh kok biar kita bisa belajar bersama

Remaja

Saya menulis blog ini karena didasar kan pada malam minggu kali ini ya... bisa di bilang galau :D
Kali ini saya akan membahas soal cinta.Ya... biasa lah anak remaja sekarang dikit dikit bicarain soal cinta hehehe.
Saya kali ini sedang bergalau karena faktor orang yang saya cintai :( .
Dia bilang cinta ke saya bilang sayang ke saya tapi buktinya? Dia malah nyarik cewek lain! bisa di bilang dia pacaran sama cewek nya itu udah tidak sehat. saya bingung apasih arti cinta yang sebenarnya?

Sabtu, 16 Maret 2013

liburan

nama: fitri annisa brillianti
kelas: XI ipa 3
no: 15
Jepara
Pada hari sabtu pagi jam 05:00 saya dan keluarga meluncur ke kota Jepara. Hari itu sangat – sangat saya tunggu soalnya saya suka jalan-jalan kemana aja yang penting jalan-jalan :D. Kebetulan perjalanan Semarang-Jepara lancarrrrrr dan halus seperti setrikaan :D. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 09:00 saya pun sudah sampai di Jepara. Disana saya muter-muter kota jepara dan melihat Mebel-mebel serta ukiran-ukiran yang berbagai macam bentuk yang sangat indah sampai saya terpukau dan sampai tidak tau berbentuk apa :D. Pukul 12:30 saya segera berpaling dari tempat itu karena saya lebih mementingkan mampir ke rumah Allah untuk shalat untuk bekal di akhirat nanti :D. Setelah itu saya pergi ketempat saudara saya untuk bersilahturahmi antar keluarga. Di rumah saudara saya ada makanan banyaaaaakkkkk.... bgggtttt.... disanapun saya di sambut banyak saudara-saudara saya banyakkkk.
 
Setelah berbincang-bincang ria dengan saudara saya, saya dan keluarga segera pulang karena saya dan keluarga ingin mampir ke pantai Bandengan untuk berenang hahaha... :D.
Sesampai nya di Pantai Bandengan saya segera mencincing celana jinsss saya lalu segera njeburrr ke pantai bersama adik saudara saya hehehe :D niii ada buktinya 

Suasana di pantai bandengan sangggaaaattttt baguuussss niii saya tunjukin

Saya pun sempat menikmati sunset di pantai bandengan nih sunset nya bagus looohhh







Setelah menikmati sunset saya dan keluarga segera pulaaannnggg ke semarang. Let’s gooo... :D